Ppkl kirim pesan singkat izin tidak masuk padaku. Kenapa izin kepadaku ya? Maksudku, kenapa tidak izin ke instruktor kami? Atau dia sudah melakukannya?
Aku tidak ambil pusing soal itu. Toh, selama ini aku berangkat pekael sendirian. Dia seringnya datang terlambat. Dan, kami di kantor belum benar-benar "berguna" atau belajar sesuatu.
Ppkl juga berpesan agar aku pergi ke klinik di dekat situ. Meminta data-data yang kami butuhkan untuk membuat software.
Sudahkah aku bilang aku dan ppkl diberi dua tugas oleh Mr. A? Mungkin sudah. Tapi kalau lupa, aku pun juga lupa, akan kuingatkan, aku dan ppkl ditugaskan membuat Manual Dude for Windows dan membuat software rekam medis untuk klinik.Berhubung belum ada petugas yang datang ke kantor, aku putar arah dan berjalan ke arah klinik.
Dua orang cewek, kemungkinan perawat disitu, menyambutku.
Kuutarakan maksud kedatanganku. Mereka sudah kenal ppkl jadi mereka menanyaiku, apa aku atau ppkl yang minta data klinik. Aku menjawabnya bahwa kami satu tim.
Salah satu perawat meminjamiku flashdisk 2GB, ada tulisan "invetaris klinik" diselotip di badannya. Di dalamnya hanya ada data obat saja yang bisa aku copy. Aku menanyakan data lainnya, tapi yang bawa datanya tidak datang hari ini. Jadwal masuknya besok pagi.
"Boleh aku nitip pesan pada temanmu?" Tanya perawat yang sama dengan yang meminjamiku 2GB. Aku menganggukkan kepala. "Tolong kalau minta data yang sopan. Jangan pakai sindiran atau berlagak kayak yang punya klinik. Minta ini, itu minta dituruti. Dia yang butuh datanya, kenapa dia yang dalam posisi sengak? Tolong ya disampaikan."
Sesampainya di kantor ICT--Miss L yang bukakan pintu, aku langsung mencopy data obat dari FD klinik ke FD-ku sendiri. Untuk data yang lain, aku mesti datang lagi besok pagi (dan aku melakukannya dan mendapatkan semuanya).
Mr. A mendadak datang. Dia, tentu saja, menanyakan ppkl. Aku bilang, dia izin ke Surabaya.
Mr. A bertanya, "Minta izin pada siapa?"
Aku bilang, pada saya. Tadi dia sms.
Mr. A tampaknya marah. Tidak heran sih. Secara harusnya ppkl memang minta izin ke beliau.
Sebelum pergi Mr. A mengatakan hal yang mengejutkan, "Besok kalian (para mahasiswa pekael) akan saya tes, monitoring jaringan menggunakan Dude."
Aku melongo. Gawat! Aku bahkan belum bisa menggunakan The Dude. Manualnya saja baru dapat satu screenshot.
Kelabakan, aku pun menggunakan cara ampuh jaman sekarang untuk mendapatkan pencerahan atas permasalahanku: Searching it in Google.
Dan aku mendapatkannya.
Hingga jam kerjaku habis, aku menerjemahkan Manual Dude dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Sekalian belajar monitoring yang kata seseorang di sebuah forum gampang.
Posting Komentar