Saat aku datang, aku menemukan belum ada seorang pun datang ke kantor.
Kunyalakan komputer. Kubuka email, twitter, beberapa blog, online
bentar. Lalu buka localhost/phpmyadmin dan satu blog tutorial
pemograman. Kukerjakan sedikit sebelum aku memutuskan nonton film yang
beberapa hari yang lalu belum kelar kutonton: film ke-3 dari seri film
dewasa.
Ehn, bagi yang belum (merasa) dewasa dan merasa pikirannya mudah terkontaminasi "kotoran", disarankan untuk tidak membaca kelanjutan tulisan ini.
Kita bahas awal 20 menit pertama.
Diawali dengan adegan ranjang yang sangat panas di tempat yang sangat indah dan elegan. Namun, di tengah-tengah (ehn!) penetrasi, si cowok merusak imajinasi si cewek (dia berimajinasi melakukan itu di tempat yang elegan tadi). Ternyata mereka sedang bercinta di tempat sempit di peti mati ! XD
Nah, disinilah kenapa banyak muncul tokoh baru. Pertama, dua tokoh utama dalam film sebelumnya kecelakaan. Dan kecelakaan ini dikarenakan oleh sebab yang sebenarnya sedikit konyol: kenikmatan. Kenikmatan yang disebabkan oleh blowjob (bagi yang masih awam apa itu artinya, digoogling aja ya. Tapi ingat, jangan googling di tab image). Aku ngakak sejadi-jadinya pas bagian ini.
Tokoh utama baru dikenalkan disini. Dia itu sosok pemalu yang rendah diri dan tampaknya sangat menutup diri. Tidak jelas alasan kedatangannya ke LA itu, mungkin dia hanya ingin menghadiri pemakaman sepupunya (tokoh utama di dua film sebelumnya) dan sementara waktu dia tinggal dan menikmati indahnya kota.
Tapi tampaknya, dia pindah ke kota itu. Dengan alasan yang belum jelas--atau aku yang nggak ngerti dan tahu.
Well, lanjut ke kisahnya. Skip spekulasinya.
Si cewek di awal menjadi sahabat tokoh utama. Dia kemudian mengajaknya mendaftar ke sebuah komunitas. Jenis komunitas yang dibenci si tokoh utama. Dia tidak yakin untuk mendaftar sebelum tokoh utama yang lain datang. Dari sini kita sebut D dan C ya. D untuk tokoh utama pertama dan C untuk tokoh utama kedua.
D kenalan dengan C. C itu, well, kayak malaikat jatuh dari langit. Nggak heran kalau D pengen kenal lebih jauh dengan C. Hanya saja C ternyata sudah punya pacar dan ya, pacarnya super duper cakep. D kecewa, tapi dia tidak merasa heran apalagi C itu keren.
Adegan beralih ke kejenuhan C pada pacarnya. Masalahnya pacarnya tidak bisa diajak romantis. Dipikirannya hanya sex, sex, dan sex. Sementara C sendiri, meski suka sesuatu yang romantis, dia tidak pernah bisa tahan godaan ketika melihat... Hnn, gimana nyebutnya ya? Kalian tahulah :))
Tapi C berusaha sadar dan mengusir pacarnya, sementara pacarnya nggak mau pergi dan "mengotori" pintu rumah C XD
Adegan beralih pada D dan sahabat barunya, dia menstalked jejaring sosial C. Dan dia membuat akun palsu dengan foto orang keren, agar bisa mengobrol dengan C dan menarik perhatiannya. Di tengah-tengah percakapan, tepat ketika C melepas seluruh pakaiannya, sahabat D menumpahkan minuman ke laptop si D dan sambungan chatting pun terputus seketika. Menciptakan sedikit kesalahpahaman.
Masalahnya, ketika C dan D ketemu, pemilik foto yang digunakan C untuk menyamar muncul di kafe yang sama dengan mereka. Bagaimana kisah ini akan berakhir?
Overall, film ini lebih bagus dari film pertama tapi belum sebagus film kedua. Ada satu pesan tersirat dalam film 3 ini yang aku sukai: Jadilah diri sendiri ketika "berburu" cinta. Jangan gunakan foto palsu, jangan gunakan nama palsu, saat dia sangat tertarik padamu karena kepribadianmu, bukan foto (palsu)mu, kamu akan menyesal.
N. B. Jangan tanya judul filmnya x))
Ehn, bagi yang belum (merasa) dewasa dan merasa pikirannya mudah terkontaminasi "kotoran", disarankan untuk tidak membaca kelanjutan tulisan ini.
Kita bahas awal 20 menit pertama.
Diawali dengan adegan ranjang yang sangat panas di tempat yang sangat indah dan elegan. Namun, di tengah-tengah (ehn!) penetrasi, si cowok merusak imajinasi si cewek (dia berimajinasi melakukan itu di tempat yang elegan tadi). Ternyata mereka sedang bercinta di tempat sempit di peti mati ! XD
Nah, disinilah kenapa banyak muncul tokoh baru. Pertama, dua tokoh utama dalam film sebelumnya kecelakaan. Dan kecelakaan ini dikarenakan oleh sebab yang sebenarnya sedikit konyol: kenikmatan. Kenikmatan yang disebabkan oleh blowjob (bagi yang masih awam apa itu artinya, digoogling aja ya. Tapi ingat, jangan googling di tab image). Aku ngakak sejadi-jadinya pas bagian ini.
Tokoh utama baru dikenalkan disini. Dia itu sosok pemalu yang rendah diri dan tampaknya sangat menutup diri. Tidak jelas alasan kedatangannya ke LA itu, mungkin dia hanya ingin menghadiri pemakaman sepupunya (tokoh utama di dua film sebelumnya) dan sementara waktu dia tinggal dan menikmati indahnya kota.
Tapi tampaknya, dia pindah ke kota itu. Dengan alasan yang belum jelas--atau aku yang nggak ngerti dan tahu.
Well, lanjut ke kisahnya. Skip spekulasinya.
Si cewek di awal menjadi sahabat tokoh utama. Dia kemudian mengajaknya mendaftar ke sebuah komunitas. Jenis komunitas yang dibenci si tokoh utama. Dia tidak yakin untuk mendaftar sebelum tokoh utama yang lain datang. Dari sini kita sebut D dan C ya. D untuk tokoh utama pertama dan C untuk tokoh utama kedua.
D kenalan dengan C. C itu, well, kayak malaikat jatuh dari langit. Nggak heran kalau D pengen kenal lebih jauh dengan C. Hanya saja C ternyata sudah punya pacar dan ya, pacarnya super duper cakep. D kecewa, tapi dia tidak merasa heran apalagi C itu keren.
Adegan beralih ke kejenuhan C pada pacarnya. Masalahnya pacarnya tidak bisa diajak romantis. Dipikirannya hanya sex, sex, dan sex. Sementara C sendiri, meski suka sesuatu yang romantis, dia tidak pernah bisa tahan godaan ketika melihat... Hnn, gimana nyebutnya ya? Kalian tahulah :))
Tapi C berusaha sadar dan mengusir pacarnya, sementara pacarnya nggak mau pergi dan "mengotori" pintu rumah C XD
Adegan beralih pada D dan sahabat barunya, dia menstalked jejaring sosial C. Dan dia membuat akun palsu dengan foto orang keren, agar bisa mengobrol dengan C dan menarik perhatiannya. Di tengah-tengah percakapan, tepat ketika C melepas seluruh pakaiannya, sahabat D menumpahkan minuman ke laptop si D dan sambungan chatting pun terputus seketika. Menciptakan sedikit kesalahpahaman.
Masalahnya, ketika C dan D ketemu, pemilik foto yang digunakan C untuk menyamar muncul di kafe yang sama dengan mereka. Bagaimana kisah ini akan berakhir?
Overall, film ini lebih bagus dari film pertama tapi belum sebagus film kedua. Ada satu pesan tersirat dalam film 3 ini yang aku sukai: Jadilah diri sendiri ketika "berburu" cinta. Jangan gunakan foto palsu, jangan gunakan nama palsu, saat dia sangat tertarik padamu karena kepribadianmu, bukan foto (palsu)mu, kamu akan menyesal.
N. B. Jangan tanya judul filmnya x))
Aaaakkk itu maksud "mengotori" rumah C apa? Knp dikutip? Hah?? :))) kpda saudara Rean harap segera melapor dan memberitahukan semua ini dgn detail beserta judulnyah di email! :)))) segeraaaaa *ngos2an (?)
BalasHapusApa ya? *ngakak dulu xD
BalasHapusOkeh, siap! :))