Day 49
Harusnya sih demo aplikasi, tapi nggak jadi karena Mr. A mengganti jadwalnya jadi Sabtu.
Pengennya sih namatin nonton Star Wars III, tapi nggak jadi karena PC-nya dipake Miss U.
Miss U punya masalah: laptop mungilnya dijangkiti masalah yang menyebut dirinya Blue Screen of Death (BSoD).
FYI, BSoD membuat komputer tidak bisa booting. Bisa nyala tapi nggak bisa masuk ke dalam windows.
Aku coba bantu cari solusinya. Aku menemukannya. Dia mengucapkan terimakasih dan mencoba membukanya sendiri di laptopnya melalui safe mode.
Day 50
Tidak banyak hal yang terjadi.
Day 51
Demo aplikasi time!
Awalnya aku merasa percaya diri. Tapi kepercayaan diri itu kontan menguap saat aplikasi itu gagal ketika membuka halaman untuk admin. Untuk halaman user tidak ada masalah. Persis sama seperti aku jalankan di hari ke 48.
Ada apa ini? Apa yang salah? Kataku dalam hatiku. Padahal kemarin nggak ada masalah, kenapa sekarang bermasalah? Apa aplikasiku ini hanya bisa dibuka di PC kantor?
Berbekal keyakinan itu, aku tidak jadi down. Tapi aku sudah agak sedikit badmood. Dan ternyata, ketika aplikasiku itu aku buka di PC kantor. Aplikasi itu bisa...
Bisa-bisa aku harus mengulang lagi dari awal!
Aplikasinya tidak bisa dibuka. Padahal kemarin nggak ada masalah, kenapa ketika dibuka di hari lain nggak mau?
Aku tahu ini cobaan dariNya. Dan tidak seperti biasanya pengennya aku menyerah. Setelah berbulan-bulan berusaha tak kenal kata menyerah, hari itu aku pengen duduk diam tak melakukan apa-apa atau aku mungkin bisa nonton film.
Tapi, tentu saja aku tidak semudah itu menyerah. Aku coba lagi otak-atik source codenya. Aku coba lagi baca-baca artikel pembelajaran di blog yang kemarin membuatku lonjak-lonjak senang karena berhasil. Namun apapun yang aku lakukan, apapun yang aku coba hanya berbuah kegagalan.
Hanya ketika aku menghapus kode pemisahan dan pembatasan akses saja yang membuat halaman bermasalah di aplikasiku berjalan normal.
Stres mencengkeram otakku. Frustasi menjangkitiku. Air mata mulai mendesak keluar.
Aku memutuskan untuk istirahat. Aku memutuskan untuk pulang. Mungkin nanti, aku bisa.
Aku hampir lupa. Mr. A bilang, masa pekaelku akan habis bulan ini.
Posting Komentar