Tahu bahwa kantor dibuka tergantung sms dariku--aku sms Miss U, tidak ada yang dirugikan disini, aku lagi-lagi menjemput ppkl yang tukang ngaret karena, yah, dia memang orangnya agak sibuk secara sudah bekerja.
Kuketuk pintu kamarnya yang tertutup. Terdengar jawaban tidak jelas darinya. Mungkin dia masih terlelap. Aku tunggu sebentar dengan memandangi hamparan di bawah sana, tempat tinggal (sementara) ppkl ini berada di lantai empat, dan menikmati angin yang berhembus memainkan ujung-ujung rambutku.
Setelah cukup menikmati suasana pagi yang cerah itu--Nganjuk selalu berangin, aku kembali mengetuk pintu kamarnya. Masih terdengar gumaman tidak jelas. Tampaknya itu izinnya untukku membuka pintunya yang tak terkunci.
Dia tampak berantakan. Kamarnya juga. Melihat bola matanya yang telah melebar normal, dia sudah lama bangun. Tapi jejak-jejak tidurnya masih belum hilang dari tubuhnya, indikasi dirinya belum nyemplung ke kamar mandi. Ada benda mungil berbentuk nyaris persegi terjepit telinga dan bahunya: sebuah handphone. Dia sedang telepon. Kalau bukan bosnya, pasti calon pacarnya. Kemungkinan besar calon pacarnya.
"Ayo berangkat," ajakku.
Dia meringis. Sebelum dia mengucapkannya aku tahu dia bakal izin lagi hari ini. Izinnya masih sama yang kayak kemarin-kemarin, dia mesti ke Surabaya. "Maaf ya," teriaknya saat aku menuruni tangga.
"It's OK," balasku, tak kalah keras.
Entah kenapa aku merasa hanya aku doang yang pekael. Maksudku, ppkl sering banget absen. Ada kerjaan. Temen ngajak pergi. Ada masalah mendadak di Surabaya. Sudah berapa kali dia izin nggak masuk?
Herannya, meski Mr. A kelihatan sedikit marah, saat bertemu ppkl mereka tampak akrab--memang sih mereka sudah akrab jauh sebelum kami mulai pekael disini, ketawa-ketiwi bersama, Mr. A minta bantuan di luar hal yang menyangkut pekael... Atau jangan-jangan ada konspirasi... #hammer
Mana ada konspirasi? Semoga pemikiran itu bukan efek kebanyakan baca novel suspence ala-ala Da Vinci Code.
Kedatanganku lebih awal beberapa menit dibanding Miss U. Pagi ini mukanya memancarkan kekusutan.
Kedua alisku terangkat. Ada apa gerangan? Sembelit-kah dia?
Sebab kekusutannya itu adalah laporannya ada yang salah. Dia mengatakannya sesampainya kami di perut kantor. Jadinya, nonton bareng aksi Rihanna di Battleship... Tidak ditunda, tapi aku nonton sendirian. Miss U cuman nonton awalannya doang. Memastikan apakah benar ada Rihanna, seperti yang aku lontarkan beberapa hari yang lalu.
Bila kemarin-kemarin tidak ada masalah saat nonton The Social Network dan In Time, masalah itu kini datang berkunjung. Dan atas kunjungannya itu aku mesti googling subtitle hingga tiga kali sebelum mendapatkan subtitle yang benar. Subtitle yang ditemukan Miss U terlalu lambat. Dua subtitle yang aku temukan pertama terlalu cepat.
Kami menemukan sebuah situs yang berisi trik mempercepat dan memperlambat subtitle di VLC player. Tapi saat kami terapkan... "Kok tidak ada bedanya ya?" gumamku. "Masih sama cepatnya."
Googling terakhir, saat nemu subtitle buatan Pein A. saat itulah subtitlenya muncul di waktu yang tepat.
Jadi, apakah Battleship film yang keren?
Bisa dibilang... Ya, film itu keren! Acting Rihanna, dia jadi peran pembantu pemeran utama--jadi dia sering banget munculnya, juga bagus.
Battleship diawali dengan presentasi... Seorang ilmuwan dan rekannya di hadapan banyak orang (pejabat? Badan antariksa? Penggila astronomi?). Dia menjelaskan mengenai kehidupan di planet lain. Ada kehidupan di planet lain itu. Dan ilmuwan itu telah mengirim sinyal ke mereka.
Kemudian adegan beralih pada percakapan dua orang cowok kakak-beradik. Stone dan Alex. Stone yang seorang angkatan laut dan Alex, adiknya yang menumpang di rumah kakaknya yang tidak punya kerjaan, luntang-lantung dan kekanak-kanakan. Mereka sedang berada di bar, merayakan ulang tahun Alex. Ketika waktunya Make a Wish... Datang "gangguan" yang mengubah hidup mereka berdua. Terutama Alex.
Coba tebak gangguan apa yang datang? Yang jelas bukan masalah subtitle yang telat atau kecepetan.
Gangguan itu adalah seorang cewek. Hari itu menjadi hari sial bagi Alex. Dia ditangkap polisi sekaligus mendapat perhatian si cewek.
Meski telah dibebaskan karena kekonyolan yang telah dilakukannya, ulah Alex tidak berhenti disitu saja. Aksi terakhirnya tersebut membuat Stone geram. Stone mengajaknya bergabung ke angkatan laut.
Beberapa tahun kemudian, Alex mendapatkan posisi yang bagus di angkatan laut. Stone telah menjadi kapten. Saat itu adalah hari... Apa ya? Pokoknya hari dimana banyak angkatan laut dari negara-negara lain ikut hadir (Jepang, Malaysia, dan entah yang lainnya aku lupa. Inggris dan China mungkin). Mereka hendak latihan perang.
Di tengah-tengah latihan, ada benda asing yang menuju bumi. Diperkirakan mereka adalah makhluk dari planet yang pernah dihubungi oleh tim ilmuwan yang menemukan planet tersebut. Masalahnya, apakah mereka datang dengan damai? Secara mereka datang tidak dalam satu pesawat, melainkan lebih dari satu dan dilengkapi pesawat komunikasi--guna menghubungi rakyat di planetnya.
Ketika memasuki atmosfir bumi, salah satu pesawatnya, yakni pesawat komunikasi, menabrak satelit yang mengorbit bumi dan jatuh ke Hong Kong membuat kehebohan di negara tersebut. Sementara yang selamat jatuh di laut pasifik (setting lokasi sejak awal menggunakan Hawaii) di tengah-tengah latihan para angkatan laut.
Bentuknya yang aneh jelas menarik perhatian mereka. Tiga kapal terdekat memeriksanya. Kapten Stone memerintahkan anak buahnya, Alex dan dua orang lainnya (salah satunya Rihanna) untuk memeriksa benda itu. Tanpa disangka benda itu bergetar lalu berubah bentuk dan memancarkan sinar terang ke angkasa.
Sinar itu membentuk kubah medan energi. Siapapun yang menabraknya akan meledak! Ketiga kapal terperangkap di dalamnya. Dengan alat komunikasi dan radar yang kerjanya terganggu. Jelas ulah para alien itu!
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Sanggupkah Stone dan Alex mengusir para alien itu yang secara teknologi jauh di atas peralatan angkatan laut Bumi? Eits, tapi jangan remehkan nuklir buatan manusia, ya ;)
Secara keseluruhan film ini keren. Emosinya lebih dapat ketimbang In Time. Dalam satu scene, Alex merasa dunianya hancur ketika salah satu kapal dari tiga kapal yang terperangkap di dalam kubah meledak berkeping-keping. Dia juga jadi bebal dan nyaris hendak bertindak gegabah demi membalas dendam pada para tamu dari langit itu.
Pokoknya, Battleship ini film yang worth it banget buat ditonton. Terutama bagi penggemar film-film action dan alien. Romansa ada tapi kadarnya tidak terlalul banyak.
Oh iya, ketika masuk credit titlenya, aku baru tahu film ini diadaptasi dari sebuah games. Dan jangan langsung closing playermu atau meninggalkan bioskop saat credit tittle ini muncul sebab setelah credit tittle habis ada satu adegan lagi yang lumayan menarik. Membuat kita bertanya-tanya apakah akan dibikin sekuelnya.
Sama seperti saat nonton dua film sebelumnya, ada hal yang membuatku men-pause filmnya. Kali ini hal itu datang dari Miss U. Hanya beberapa kali, tidak sampai sepuluh kali. Dia minta tolong aku untuk mem-print beberapa dokumen laporannya.
Di pertengahan film, Miss U meninggalkanku sendirian di kantor ICT. Dia ada urusan yang harus segera dilaksanakannya, berkenaan dengan laporannya. Dia menyerahkan kunci pintu perpustakaan dan kantor padaku.
"Yakin nih?" tanyaku sambil memandangi kunci di hadapanku.
"Tentu saja," jawab Miss U. "Lagian besok aku kemungkinan besar nggak masuk."
"Tapi..."
"Kalau kamu takut bawa kunci ini pulang," kata Miss U. "Kamu letakkan saja di pot-pot."
"Pot di teras?"
Miss U mengangguk. "Aku tinggal dulu, ya," katanya sambil membuka pintu kantor dan mengucapkan salam.
Setelah kelar nonton Battleship, aku pelesir sebentar ke dunia maya hingga sekitar pukul setengah dua aku memutuskan mengakhiri "jam kerjaku" dan pulang. Kupandangi sekali lagi kunci yang tergeletak di atas meja. Bimbang antara enaknya dibawa pulang atau disembunyikan di dalam pot. Jika aku datang pagi-pagi besok, sangat mungkin sekali aku bisa nonton Thor--seperti yang pernah aku rencanakan setelah nonton In Time.
Jujur saja, aku sendiri juga bertanya-tanya, sebenarnya aku ini pekael atau nonton film dan membuat review singkatnya?
Posting Komentar