Jadwal masuk mulai tidak teratur. Maklum saja, liburnya petugas perpustakaan bikin aku tidak bisa meminta bantuan mereka untuk membukakan pintu kantor. Alhasil, tiap pengen masuk mesti sms dulu sama salah satu petugasnya. Salah satu petugas yang rajin masuk adalah Miss U, yang juga merupakan teman satu angkatanku di kampus tapi beda jurusan.
Kami baru bisa masuk kantor pukul 10. Ini pun dengan terus-menerus meminta ppkl buat bersabar menunggu. Tampaknya kegalauannya sedang berada di puncak-puncaknya. Dia tampak ingin jauh-jauh dari kantor ICT. Mungkin bila aku tidak datang menjemputnya, dia mungkin sms aku dan bilang dia absen lagi ada keperluan mendadak di Surabaya. Apa calon pacarnya orang Surabaya?
"Miss U bentar lagi datang," kataku, ada sekitar lima kali aku mengulangnya.
Ketika Miss U terlihat di kejauhan, rasa gembira menggelembung di dadaku. Akhirnya... Kami tidak luntang-lantung lagi.
Saat itu aku tidak melihat ekspresi kecewa di muka ppkl. Aku baru mengetahuinya setelah lima menit kami berada di dalam kantor. Kegundahan terlihat jelas menjangkitinya.
Dia kemudian minta diri pergi sebentar dan nanti balik lagi. Namun hingga aku dan Miss U pulang dia tidak kembali lagi. Wah, wah, Deliria (*) yang dideritanya sudah stadium lima kayaknya.
Hari ke-9 ini merupakan hari terlelah sejauh pekael season pertama--waktu pekael kami dipecah jadi dua, sebelum lebaran dan setelah lebaran. Miss U meminta bantuanku menghapus sekitar 50-an data login wifi siswa SMA dan membuatnya lagi. Tujuannya adalah mereset data login mereka kembali nol dan memperbaruinya sehingga bisa digunakan lagi tiga bulan ke depan--dihitung setelah login pertama mereka.
Miss U bilang dia sudah punya film Battleship. Tapi karena kami sama-sama sibuk, Miss U sedang mengerjakan laporannya sendiri, maka acara nonton aktingnya Rihanna itu pun ditunda dulu.
Aku izin pulang duluan. Sudah jam setengah tiga, cuy. Dan itu adalah waktu terlamaku di pekael season pertama. Meninggalkan Miss U yang masih berkutat dengan laporannya.
*) Deliria adalah sebutan penyakit cinta di novel Delirium karya Lauren Oliver
Posting Komentar