22 September 2012

Day 13 (Pekael #2)

Aku tidak berniat untuk bolos.

Aku ada jadwal kuliah hingga pukul setengah 12.

Malah, aku melewatkan satu kelas. Kelas hari Rabu yang dipindah hari Kamis jam tujuh. Aku sampai di kampus pukul sembilan kurang beberapa menit.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Senin, aku menawarkan diri memberi film untuk seorang sahabatku berinisal S. Karena dia belum nonton In Time dan Battleship maka kedua film itu aku rekomendasikan untuk ditonton olehnya. Ditambah Red Riding Hood, film yang aku tahu bergenre fantasy adaptasi novel berjudul sama, retelling dongeng Kerudung Merah, tapi belum sempat kutonton.


S punya banyak koleksi film. Dan beberapa diantara ada yang sudah kutonton, beberapa belum. Kebetulan sambil menunggu Mr. A datang--dia dosen pemograman di kampusku, aku memutuskan untuk nonton satu buah film. Awalnya galau milih antara Ponyo dan Corpse Bride, tapi kemudian aku memilih Corpse Bride. Aku baru tahu itu filmnya Tim Burton yang dibintangi oleh Johnny Depp dan mami Helena Bonham Carter.

Awal lihat animasinya, aku merasa animasinya sangat mirip dengan Coraline. Sama-sama dark, suram, dan kelebihan warna hitam & putih. Apa yang bikin sama ya? Bedanya, di Coraline semua karakternya berwarna sementara di Corpse Bride baru berwarna ketika berada di alam kematian.

Kisahnya simple banget kok. Soal Victor yang dijodohkan dengan Victoria. Victor yang gugup merusak acara latihan sumpah janji pernikahan. Gara-gara itu Pastur mengusirnya keluar dan dia baru boleh balik, atau pernikahan baru akan dilaksanakan, setelah dia lancar mengucap janji itu.

Victor berjalan-jalan keluar. Sambil berusaha mengingat dan menghapal sumpah pernikahan. Dia mengucapkannya sangat lancar sesampainya di hutan. Tanpa sadar dia memasukkan cincin pernikahan ke jemari seseorang yang telah mati--mungkin dia mengira kerangka jemari itu sebagai ranting.

"I do," jawab si hantu wanita.

Ketidaksengajaannya itu membawa masalah. Victor menghilang dari dunia orang hidup.  Dia kemudian jadi gosip, terlihat dengan seorang wanita bergaun pengantin lalu ditelan kegelapan. Orangtua Victor dan Orangtua Victoria bersitegang. Orangtua Victor meminta waktu hingga fajar untuk menemukan Victor. Seseorang yang tampak tertarik dengan Victoria memberi solusi pada orangtua Victor. Victoria punya calon suami baru. Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana akhirnya? Well, kalian mesti melihatnya sendiri.

Idenya boleh juga. Plotnya lumayan. Penjelasan hal-hal anehnya masuk akal. Jadi, aku bisa percaya kisah ini mungkin saja terjadi di dunia nyata.

Yang aneh tapi tidak dipertanyakan keanehannya adalah tangisan seorang nggak sopan deh kalau dibilang seonggok corpse. Tapi karena air matanya jatuh membentuk cinta, jadi alih-alih menaikkan alis aku malah terkagum-kagum.

Di menit-menit terakhir Corpse Bride, Mr. A bersama koleganya muncul dan melihatku. Aku kurang jelas menangkap omongannya, tapi aku merasa omongannya itu menyangkut demo aplikasiku.

Tenang saja, sir, aku setidaknya lebih percaya diri sekarang kalau demo, kataku. Dalam hati, tapi.

Aku telat masuk kelas beberapa menit demi nonton Corpse Bride hingga ending.

Setelah kelas bubar aku menuju kantor. Kata petugas perpustakaan ada orang. Musik juga menyala. Tapi pintunya terkunci. Aku ketuk pintunya beberapa kali, tidak ada jawaban.

Aku memutuskan untuk menunggu Mr. A atau siapapun yang punya kunci baru ruang kantor sambil baca buku Franchise Untuk Orang Awam. Untuk buku nonfiksi bahasa yang digunakan buku itu sangat luwes. Tapi hingga Miss S, nama pustakawati yang hari ini sedang jaga--aku akhirnya tahu inisial namanya, menanyaiku apakah aku mau pulang.

Aku berpikir sejenak. Menunggu atau pulang. Prospek menunggu... Membuatku bosan. Aku sudah sering menunggu. Dan biasanya... Oke, kenapa aku malah curcol. Aku memilih untuk pulang.

Entah karena belum kapok atau (bodohnya) merasa lebih baik menunggu sebentar lagi, aku duduk di bangku kayu di bawah tangga. Seringnya aku merasa kecewa saat menunggu. Tapi aku belajar agar tidak terburu-buru. Dan aku juga telah belajar, lebih baik kecewa sedikit ketimbang merusak beberapa hal gara-gara terburu-buru.

Apakah kali ini aku kecewa juga?

Ya dan tidak. Ya, karena... kalian bisa menebak apa yang terjadi. Tidak, karena aku merasa tidak bangga pada diriku. Siapa tahu satu menit setelah aku pergi, Mr. A datang?
Tapi tenang saja. Meski tidak bangga karena tidak mau menunggu lagi sebentar saja, aku sama sekali tidak merasa menyesal.

Kutunggangi motorku. Kunyalakan mesinnya, lalu menggelindingkannya ke rumah.
|| | Copy Right By : Rean's Corner | Design By : Cuerosbhelatos ||
  1. Ah, Corpse Bride. Film yg bgs. Tapi dulu aku malah keinget film ini mirip "Nightmare Before Christmas". Soalny kn dulu Coraline blm ada :p ah suka deh sm kartun2 berbau horror jugak. Wkwkwk.. Asik bgt ya, bebs bs nntn film mulu :p *ditoyor

    BalasHapus
  2. heheh, tampaknya yang DI ATAS memang baik banget sama aku :')

    BalasHapus