23 September 2012

Day 14 (Pekael #2)

Tidak ada sepatu cokelat Mr. A terparkir di bawah tangga. Aku tidak bisa tidak merasa sedikit lega. Meski siap kapan saja melakukan demo aplikasi, tetap saja bikin sedikit gentar. Gimana kalau aplikasiku, menurut Mr. A, kurang bagus? Apalagi belum adanya halaman login.

Aku menemukan Miss B di dalam kantor. Dia sedang browsing sesuatu. Ditengah ruangan di dalam timba ukuran tanggung, bertumpuk gelas kotor. Aku menebak, Miss B hendak membersihkannya.

Aku berbasa-basi sebentar dengannya. Oh iya, sikapnya jadi tidak seangkuh saat pekael season pertama. Tidak ada nada sengak lagi dalam suaranya. Itu bagus. Aku jadi tidak merasa asing lagi.

"Pulang dulu ya," kata Miss B tak jelas sambil membawa timba berisi gelas kotor.


"Iya," sahutku. Dia tadi bilang apa? Aku tidak yakin karena aku baru tahu fakta bahwa kalau bikin database di phpmyadmin jangan gunakan spasi. Kalau masih pengen kasih jarak perkata, disarankan menggunakan underscore. Sementara ada tiga data utama yang menggunakan spasi. Kayaknya aku mesti bikin ulang deh.

Awalnya aku mengira dia hanya mau cuci gelas kotor. Tapi hingga jam 10, dimana aku harus ke kampus, dia belum balik juga. Berarti tadi telingaku tidak salah tangkap.

Sebelum pergi, aku memberitahu pustakawati tertua bahwa kantor aku tinggalkan dalam keadaan tidak terkunci.

Sesampainya di kampus aku mencoba mencari Miss U, mengabarkan soal pintu yang tak terkunci. Tapi dia tidak ada dimana-mana. Kata temenku yang berinisial AR, dia tidak datang.

Baguslah, kata di dalam hati, berarti dia berada dekat di kantor.

Kabar itu kemudian kukirim dalam bentuk pesan singkat.

Ternyata dia ada di kampus. Sedang di dalam kelas.

Eh, beberapa menit kemudian Mr. A dengan mengenakan baju koko muncul di kampus. Aku yang sedang duduk di bawah tangga tentu saja terlihat olehnya.

"Kapan saya lihat ya aplikasi kamu?" Tanya Mr. A.

"Sekarang juga bisa," kataku, yang saat itu menunggu dosen yang harusnya datang sekitar 15 menit yang lalu.

"Oke. Habis sholat Jum'at ya."

"Siap, pak."

Seperginya dia, aku membalas sms Miss U dan mengabarkan berita terbaru, "Nanti siang aku bakal masuk kantor."

"Jam 2?" Tanya Miss U.

"Gimana kalau setengah dua?"

"Ok."

Nyatanya, aku telat dan baru sampai kantor pukul dua lebih beberapa menit. Sungguh sangat memalukan. Apalagi Miss U datang duluan.

Karena Mr. A tidak datang, Karena Miss U menggunakan PC 1 dimana data aplikasi berada, karena aku menggunakan PC 2 dan sedang ingin download film, maka aku mencoba download film yang judulnya sementara ini aku rahasiakan. FYI, film yang aku download ini produksi Holly*wood.

Yang menggembirakan, besar data file film itu sekitar 700MB, tapi kurang dari 15 menit film sudah complete terunduh. Jadi aku mesti bilang: Wow!

Kenapa nggak dari dulu-dulu ya aku download filmnya?!

Besok aku mesti download dua lagi sekuel film Holly*wood yang barusan aku download, catatku dalam hati. Sambil berharap semoga Mr. A datangnya agak siangan--secara aku tidak ada jadwal kuliah besok.

Miss U ngajak pulang jam setengah empat. Aku pinjam FD-nya karena FD-ku nggak muat menampung file sebesar itu. Aku tidak bisa mengambil resiko file filmku dilihat terus didelete oleh... Bisa siapa saja. Maksudku, Mr. A membolehkanku online. Tapi mungkin saja dia melarangku, juga petugas ICT lainnya, buat download film. Secara dua situs Indonesia penyedia film gratis diblokir olehnya.
|| | Copy Right By : Rean's Corner | Design By : Cuerosbhelatos ||

Posting Komentar