Aku datang lebih pagi dari biasanya.
Tentu saja, belum ada orang di sana. Kunci Miss U yang aku titipkan kemarin pada Miss M, penjaga perpus yang sering aku sebut dengan penjaga perpus baru, masih tersimpan rapi di laci.
Ada sesuatu yang baru di kantor: Kipas angin.
Ada dua gelas kopi yang sudah dingin yang tergeletak di dua meja berbeda. Itu artinya ada dua orang, kalau tidak kemarin malam atau pagi-pagi sekali, yang datang memasang kipas angin yang menggantikan tugas AC dalam mengusir panas.Tentu saja, belum ada orang di sana. Kunci Miss U yang aku titipkan kemarin pada Miss M, penjaga perpus yang sering aku sebut dengan penjaga perpus baru, masih tersimpan rapi di laci.
Ada sesuatu yang baru di kantor: Kipas angin.
Mungkin itu Mr. A dengan Mr. N. Komputernya yang dingin, berarti mereka datang tadi malam.
Kunyalakan PC 1 sambil mengumpulkan gelas-gelas bekas kopi dan menaruhnya di pantry.
Kipas angin yang kecil tidak bisa menghalau panas di dalam kantor yang lumayan luas, jadi aku membuka pintu kantor lebar-lebar agar udara sejuk di luar masuk, menggantikan udara panas di dalam.
Hari terakhir ini sepi. Padahal aku sudah siap dites oleh Mr. A secara aplikasi klinikku sudah jadi. Tidak jadi secara sempurna, tapi aku rasa oke-lah.
Aku hanya online menunggu kedatangan mereka. Ohh, dan beres-beres. Merapikan beberapa hal yang berantakan.
Aku pulang sekitar pukul 11.
Sebelum menutup pintu kantor dan menguncinya, aku menyapukan sekali lagi pandanganku ke dalam kantor. Menghirup aromanya (bukan) untuk terakhir kali (*). Mengucapkan sebuah kalimat dalam hati, "Aku pasti akan merindukan tempat ini."
(*) secara ntar aku pasti balik ke tempat itu lagi buat laporannya.
Hmmm.. Anybody there? ._. *nyapu2*
BalasHapus.... #krik #krik #krik
BalasHapus