03 Desember 2012

Finale (Pekael #2)

Aku datang lebih pagi dari biasanya.

Tentu saja, belum ada orang di sana. Kunci Miss U yang aku titipkan kemarin pada Miss M, penjaga perpus yang sering aku sebut dengan penjaga perpus baru, masih tersimpan rapi di laci.

Ada sesuatu yang baru di kantor: Kipas angin.
Ada dua gelas kopi yang sudah dingin yang tergeletak di dua meja berbeda. Itu artinya ada dua orang, kalau tidak kemarin malam atau pagi-pagi sekali, yang datang memasang kipas angin yang menggantikan tugas AC dalam mengusir panas.

Mungkin itu Mr. A dengan Mr. N. Komputernya yang dingin, berarti mereka datang tadi malam.

Kunyalakan PC 1 sambil mengumpulkan gelas-gelas bekas kopi dan menaruhnya di pantry.

Kipas angin yang kecil tidak bisa menghalau panas di dalam kantor yang lumayan luas, jadi aku membuka pintu kantor lebar-lebar agar udara sejuk di luar masuk, menggantikan udara panas di dalam.

Hari terakhir ini sepi. Padahal aku sudah siap dites oleh Mr. A secara aplikasi klinikku sudah jadi. Tidak jadi secara sempurna, tapi aku rasa oke-lah.

Aku hanya online menunggu kedatangan mereka. Ohh, dan beres-beres. Merapikan beberapa hal yang berantakan.

Aku pulang sekitar pukul 11.

Sebelum menutup pintu kantor dan menguncinya, aku menyapukan sekali lagi pandanganku ke dalam kantor. Menghirup aromanya (bukan) untuk terakhir kali (*). Mengucapkan sebuah kalimat dalam hati, "Aku pasti akan merindukan tempat ini."

(*) secara ntar aku pasti balik ke tempat itu lagi buat laporannya.
|| | Copy Right By : Rean's Corner | Design By : Cuerosbhelatos ||