02 Desember 2012

Day 74 (Pekael #2)

Setelah kelar mengerjakan soal UTS Teknik Riset Operasi, aku langsung melipir ke kantor.

Baru melewati gerbang perpus, pintu kantor yang terbuka mengindikasikan AC-nya matot alias mati total. Jadinya tidak heran bila kemudian aku mentweet:

"Seakan-akan berada di dalam oven."

Aku sendiri tidak pernah tahu seperti apa berada di dalam oven--dan aku tidak berniat mencobanya. Tapi anggap saja panasnya siang ini sepanas oven yang digunakan untuk memanggang brownies. Umm, yummy *salah pokus (?)

Nah, daripada menceritakan diriku yang bak cacing kepanasan (dalam arti nyaris harfiah), yang... Sedikit menarik sih tapi aku malas menceritakannya, aku akan bercerita sedikit tentang kesibukanku di sela-sela menyelesaikan aplikasi klinikku--oh ya, aplikasiku jadi hari ini, tepatnya pukul 14.36 WIB!

Aku nonton video di youtube.

Diantaranya adalah Love You like a love song (dari versi SelGom, cover by Adriel (yang kemudian aku download), cover by Camirelli band (kalo nggak salah namanya), lalu Firework dan Last Friday Night-nya Katy Perry (original video), Take a Bow (karaoke) versi Glee, dan video interview Ellen bersama beberapa bintang Glee dan Jackson Rathbone (pemeran Jasper di Twilight Saga).

Aku hanya mau bahas soal video Firework.

Terkesima. Itu adalah reaksi awal setelah aku kelar menontonnya. Aku belum pernah nonton videonya secara utuh. Dan ternyata videonya... Keren banget! Dan makna dalam lagunya... Lebih keren lagi!

Firework. Firework. Firework. Firework.

Videonya sendiri menceritakan beberapa orang yang... Pokoknya dirundung hal-hal negatif.

Kakak yang berlutut di sebelah adiknya yang menangis dan menutupi kedua telinganya ketika kedua orangtua mereka bertengkar.

Seorang cewek cantik yang tampak rikuh di sebuah pesta kolam renang yang sangat meriah. Teman-temannya mencoba mengajaknya bergabung, tapi dia menggelengkan kepala.

Seorang anak, jelas menderita kanker, dari kepalanya yang gundul kalau nggak kanker otak ya leukimia. Dia sering menatap ke luar jendela. Itu artinya dia ingin keluar dari "penjara"-nya. Namun kenapa dia tidak mau keluar dan tetap di kamarnya? Dia tidak terlalu lemas untuk berjalan... Dia malu. Dia malu dengan penampilannya yang gundul. Itu artinya anak itu berjenis kelamin perempuan.

Seorang cowok duduk menyendiri di sebuah pesta yang ingar-bingar. Dari wajahnya tampaknya dia sedang bingung dan bimbang. Dia menatap ke sampingnya dan menatap dua orang insan yang sedang berciuman. Mungkinkah... Dia iri atau cemburu?

Seorang pemuda yang tampaknya dalam perjalanan pulang, namun sialnya, dia didatangi tiga orang pemuda yang hendak merampoknya.

Semuanya punya masalah. Semuanya punya cerita. Tapi mereka punya pilihan. Mereka punya api dalam diri mereka. Mereka bisa memilih menyalakannya!

Dan orang-orang tadi, memilih menyalakannya!

Sang kakak yang tak tahan melihat dan mendengar adiknya menangis, berlari melintasi ruangan dan melompat ke tengah-tengah pertengkaran ayah-ibunya--dari yang aku lihat, tampaknya ayahnya-lah yang jahat. Dia mendorong ayahnya.

Cewek cantik yang tampak tidak menikmati pesta kolam renang yang meriah, ternyata dia memiliki bentuk tubuh yang montok. Pantas saja dia enggan ikut bergabung, dia malu. Namun akhirnya, dia membuka bajunya dan ikut bersenang-senang dengan teman-temannya di kolam renang.

Anak penderita kanker, dalam perjalanannya keluar rumah sakit,  tak sengaja melihat wanita yang berjuang keras dan dengan semangat tinggi memberi kehidupan baru pada calon bayinya. Sesampainya di luar, banyak orang berlarian dan mereka senang. Jadi, kenapa dia tidak senang? Kenapa sisa hidupnya harus dihabiskan di dalam kenestapaannya? Dia mulai berteriak. Dia masih ingin hidup. Penampilannya bukan penghalang lagi baginya untuk tampil di depan umum!

Cowok yang duduk menyendiri akhirnya berdiri. Alih-alih menghampiri dua orang yang berciuman tadi dia melangkah dan menghampiri seseorang. Cowok itu menarik perlahan seseorang itu agar orang itu menghadapkan wajahnya ke arahnya. Di luar dugaan(-ku, aku kira dia hendak menghajarnya), ternyata cowok itu mencium cowok yang didatanginya! Jadi itu-lah sumber kebingungannya. Kemungkinan pesta itu adalah pesta prom-night. Cowok itu menghampiri cowok yang ditaksirnya dan menciumnya dengan sangat mendadak. Mungkin cowok itu tak peduli dia ditolak atau apa, tapi yang pasti dia telah mengungkapkan apa yang dipendamnya. Tanpa disangka, cowok yang diciumnya itu menyambut cintanya.

Cowok yang hendak dirampok ternyata seorang pesulap. Para perampok yang hendak merenggut dompet atau apapun yang ada di kantongnya kecelek. Bukannya mendapatkan uang atau barang berharga (dari sini aku paham, pesulap itu sedang bokek atau kalau nggak dia sedang punya masalah keuangan), malah mendapatkan peralatan sulap. Lucunya, cowok yang hendak dirampok itu malah bermain kartu di hadapan perampoknya. Kenapa dia melakukannya? Kalau menurut pemahamanku, dia melawan tiga perampok itu dengan bakatnya.

Adegan terakhir, banyak orang berkumpul di sebuah tanah lapang. Bersenang-senang dan melemparkan api dalam diri mereka. Membagikan api itu pada dunia.

Gimana, keren kan video klip Firework? ;) Aku tahu penjelasanku bisa dibilang masih kasar dan sulit dipahami. Untuk itu-lah, aku menyarankan kalian untuk menontonnya sendiri. Hal seperti ini memang harus diketahui sendiri, kurang bagus kalau diberitahukan ;)

Kalian bisa melihatnya di youtube, tentu saja.

Besok adalah hari terakhir aku pekael. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Tiba-tiba saja November berakhir dan sebentar lagi penghujung tahun 2012 menjelma di depan mata. Aku bersyukur, banyak hal baik terjadi tahun ini. Aku juga tidak menyangka bisa pekael di ICT ini. Aku senang, sedih dan ya, kadang jengkel pada instruktornya. Dari pekael disini, aku juga bisa nonton banyak sekali film. Kebanyakan filmnya juga berkesan di dalam hatiku. Andai aku tidak pekael disini, mungkin aku tidak bisa nonton film-film yang memperkaya pengetahuanku dan menginspirasiku itu.

Sampai ketemu di posting finale pekael season dua :)
|| | Copy Right By : Rean's Corner | Design By : Cuerosbhelatos ||

Posting Komentar