29 Juli 2012

Layout oh layout

Menerbitkan buku secara self-publishing, menuntut seorang penulis menjadi sangat kreatif. Sebab tidak ada bantuan editor, penata letak (layout), dan unsur-unsur pembantu lainnya untuk membantu memperindah karya kita.


Beruntung aku punya beberapa teman yang mau membantuku. Seperti Srulz yang mau bikinin aku cover. Rie yang berbaik hati kasih saran dan sedikit banyak bantu ngedit-ngedit bagian yang kurang pas. Tiga sahabat gank twitter yang mau kasih endorsment. Profesor (sebutan untuk seorang teman) di labkom yang ngajarin trik buat tidak menuruti aturan word untuk mendapatkan layout yang sip.

Berhubung judul posting ini mengenai layout, maka aku bakal bahas soal layout yang memang bikin aku agak "stres" akhir-akhir ini.

Meski satu sahabatku sudah bilang lebih rapi, tapi aku bilang aku masih merasa kurang. Aku bingung menempatkan nomor halaman. Antara di header atau footer. Sementara ini nomor masih berada di footer. Tapi aku merasa nomornya akan jauh lebih keren kalau ada di header. Jadi, setelah tulisan ini terposting, aku akan coba bikin dokumen baru dan bikin nomor halamannya berada di header.

#Anotherabsurdposting
|| | Copy Right By : Rean's Corner | Design By : Cuerosbhelatos ||

Posting Komentar