08 Agustus 2012

First Day (Pekael series)

Tampaknya aku datang kepagian. Kantor tempatku seharusnya melaksanakan PKL (Prakter Kerja Lapangan) pintunya masih tertutup dan terkunci. Korden jendelanya masih menutupi pandangan seseorang yang mencoba menelisik ke dalam.

Aku tidak berani mengumpat. Bahkan dalam hati sekali pun. Bulan puasa, euy. Sayang dong kalau puasaku tidak mendapatkan pahala dan hanya jadi haus dan lapar saja. Meski aku pantas mengumpat. Tidak hanya karena kantornya belum buka, tapi karena teman PKL-ku tidak bisa masuk karena... Ya, karena dia sudah bekerja jadi dia agak sibuk. Dan kebetulan dia dapat panggilan tugas pagi.

Untunglah, aku tidak perlu menunggu lama. Petugas perpustakaan, sebut saja Ms. L, datang dan membuka perpustakaan. Kantor tempatku PKL, kantor ICT, ada di dalam perpustakaan. Dan letaknya berada di ujung, dekat lorong buku-buku komputer dan majalah-majalah islami & komputer dan buku-buku pelajaran SMA.

Aku menjelaskan padanya bahwa aku akan PKL di ICT. Dia mengangguk-angguk paham dan menyarankan agar aku menghubungi pembimbingku, setelah aku menunggu cukup lama dan berkeliling lorong perpustakaan yang isinya 98% buku pelajaran (tidak ada novel yang bisa kubaca! Kalau pun ada, adanya bahasa Jerman!) . Ide yang bagus tapi... Aku belum punya nomornya!

Tololnya aku sampai lupa meminta nomor hp Mr. A, pembimbingku, pada Mr. R, salah satu petugas ICT yang menerima proposal PKL kami, minggu kemarin.

Tapi apakah semua akan lancar dari situ? Tidak. Ms. L ternyata juga tidak tahu nomor hp Mr. A. Tapi dia punya cara untuk mendapatkannya. Dia menghubungi Mr. H, salah satu petugas ICT, dan beberapa menit kemudian dia mendapatkannya.

Sayangnya, Mr. A sedang sibuk. Pekerjaannya memang cukup banyak. Jabatannya lumayan banyak juga sih. Jadi kami lalu membuat janji temu nanti malam untuk membicarakan jadwal PKL.

Malamnya, sehabis jam Tarawih, aku mengirim pesan singkat pada partner PKL-ku (pPKL) untuk ikut bersamaku menemui pembimbingku di kantor ICT.

Apakah kali ini kami harus menunggu seperti kejadian di pagi hari? Pintunya tertutup. Tapi tidak terkunci. Kami pun bisa melenggang masuk.

Di dalam sudah ada orang. Mr. N, salah satu petugas ICT juga. Dia merupakan satu-satunya manusia yang berada di sana. Belum ada keberadaan Mr. A. Mungkin dia datang agak terlambat. Kami pun memutuskan untuk menunggunya.

Kalian pasti bertanya-tanya berapa banyak jumlah petugas ICT, iya kan? Jumlahnya hanya 6. 4 cowok dan 2 cewek. Dan Mr. A sebagai pimpinannya. Kalian juga pasti penasaran apa kepanjangan ICT. ICT itu kepanjangan dari Information Communication Technology. Kami PKL disana untuk belajar jaringan (internet), atau membuat software program, atau belajar pemograman.

PPKL memintaku mengirim pesan singkat ke Mr. A. Beliau meminta maaf belum bisa datang dan berjanji menggantinya besok pagi.

Anehnya aku sama sekali tidak marah. Aku malah merasa lega. Bayangin kalau aku bekerja di malam hari membuatku... Sedikit ngeri. Oke, itu berlebihan. Aku hanya belum terbiasa saja menggunakan waktu malamku untuk itu.

Tanpa perlu berpikir lama, aku dan temanku memutuskan untuk pulang.
|| | Copy Right By : Rean's Corner | Design By : Cuerosbhelatos ||