23 September 2012

Day 15 (Pekael #2)

Kata Miss L saat aku baru menginjakkan kaki di lantai perpustakaan, Mr. A baru saja keluar.

"Pintunya (kantor) dikunci?" Tanyaku.

"Kayaknya sih memang dikunci," jawab Miss L. "Tapi nggak tahu juga."

Jawabannya yang tidak jelas menggerakkan langkahku mendekati pintu kantor. Benar. Ternyata memang dikunci.


Tapi aku nggak langsung kecewa. Secara aku bisa melanjutkan membaca buku Franchise Untuk Orang Awam--aku baru sampai bab dua. Baru hendak membaca bab tiga, Miss B datang.

"Udah lama?" Tanyanya.

"Nggak. Barusan kok," sahutku. Setelah Miss B melenggang agak jauh, aku mengikuti jejaknya.

Dia hanya sebentar disana. Miss B, maksudku. Cek PC 2--oh ya, dia selalu menggunakan PC dua, entah kenapa. Pukul-pukul pelan CPU-nya (aku nggak tahu kenapa dia mewlakukannya, mungkin kipasnya rusak, atau mungkin CPU-nya berisik--kalau pun berisik, aku tidak mendengarnya). Kemudian mematikannya. Lalu dia mencari-cari sesuatu di rak di belakang meja Mr. A.

Setelah menemukan apa yang dia cari, semacam penyangga yang biasa digunakan pada rak tempel dinding, dia pamit pulang. For your informatian, kalian pasti penasaran di mana rumahnya hingga dia bisa pulang kapan saja, rumahnya dekat banget kok. Tapi ternyata dia tidak pulang, dia kerja di kantor bagian informasi yayasan. Apa mungkin kantor itu sekaligus tempat tinggalnya?

Well, aku tidak bisa memastikannya. Takut, euy.

Hal pertama yang aku lakukan setelah Mr. B keluar adalah download dua sekuel film yang kemarin kudownload. Sebenarnya aku mencari film pertamanya, tapi nemu yang displit hingga tujuh bagian. Aku juga nemu sekuel ketiganya (film no. 5), tapi mesti nunggu tiga jam--gila aja, apalagi Miss B datang jam 12 nanya apa aku pulang atau tinggal disini dengan resiko tidak ada yang mengunci kantor (oh iya, dia balik lagi. Bertanggungjawab sekali ya?).

Suer, aku sampai frustasi. Film pertama susah banget dicarinya, sekalinya ketemu--file yang displit tadi, situs di mana datanya di-upload termasuk dalam blacklist site. Dan, saat malam aku mencoba membukanya di warnet dekat rumah, ternyata filenya sudah expired. Hiks.

Apakah ini pertanda aku tidak boleh nonton film itu? Aku rasa tidak. Aku rasa aku kurang berusaha. Lagipula ada banyak download film pertama sebenarnya tapi kebanyakan minta diunduh melalui torrent.

Entah apa torrent itu. Aku bakal mempelajarinya. Sesegera mungkin.

Siangnya, Miss U menanyaiku mau masuk atau tidak. Hnn, aku pikir-pikir tidak ada salahnya masuk. Lagipula di rumah suasana sedang membara.

Aku tidak berani coba-coba download film. Meski kemarin aku berani. Posisi Miss U berada tepat di belakangku--yap, dia menggunakan meja Mr. A. Dia sedang nonton serial tv Korea, Cinderella's step sister, di lappienya. Jadinya aku online biasa saja. Meski curi-curi kesempatan buat nyari link/situs film pertama--oke, aku tidak akan menyerah. Demi melihat aksi si itu.

Itu adalah seorang artis yang baru-baru ini menarik perhatianku. Sayangnya, dia sudah menikah dengan seorang pria yang... Bisa dibilang super-duper tampand!

Lebih sayang lagi, aksi si itu hanya di dua film pertama. Film ketiga sampai kelima dia sudah tidak dikontrak lagi--padahal pemeran dua sahabat ceweknya, pemeran bibinya, masih ada.

Kalian penasaran siapa si itu? Well, aku kasih sedikit bocoran. Dia salah satu finalis American Idol. Udah itu saja. Silakan menebak-nebak.

Sesaat sebelum pulang, aku dan Miss U coba-coba nonton film yang sedang jadi buah bibir dan bikin demo di mana-mana di youtube. Sumpah, film itu gajebo banget. Mana layar hijaunya kentara banget lagi.

Eh tapi ada tulisan mencengangkan di bawah kotak video. Katanya sutradaranya bikin film itu gara-gara duta besar Mereka Sarekat, Christopher siapa gitu, terbunuh oleh umat agama yang di film jadi sorotan utama.

Ketika pintu menutup, dikunci oleh Miss U, aku berharap, dan berdoa, semoga hari Sabtu yang sepi itu terulang. Sehingga aku bisa download satu film lagi--atau dua. Sebelum masa pekael berakhir.

Amin.

Oh iya, hampir lupa. Film yang aku tonton, film kedua dalam seri ini, meninggalkan kesan mendalam bagiku: "Sex isn't enough in relationship, it need love. You can be have sex, and feeling incredible. But that feel... Will stay no longer. Because in deep, you feel lonely. Human created to loving and get love by other human."

Oh yeah, film yang aku tonton memang film dewasa. Ala-ala American Pie tapi sedikit lebih eksplisit.
|| | Copy Right By : Rean's Corner | Design By : Cuerosbhelatos ||
  1. mauuu nonton filmnya.. Apa judulnya, bebs? :D

    BalasHapus
  2. yakin mau? Aku rasa kamu nggak bakal menyukainya :))

    BalasHapus
  3. kok bs seyakin itu? :O aku suka semua genre kok.. Walau tetep horror dan thriller favorit. :)) mau, bebs filmnya. Ada link-nya ga? :D

    BalasHapus
  4. iya yakin kamu... err, gimana ya. Ntar deh kapan-kapan kamu tanyakan lagi di email, ntar aku kasih tahu judulnya. Kalau linknya... tampaknya udah bakal mati bentar lagi .-.

    BalasHapus