Gaya banget ya judul coretanku satu ini. Of Hair and Mainstream. Ala-ala
judulnya John Steinbeck Of Mice and Men. Padahal asli, isinya simple
dan nggak penting banget. Tentang aku yang gerah
dengan rambut panjangku dan kata mainstream yang akhir-akhir ini
menjamur.
Aku lumayan terkejut saat tahu banyak sekali cowok yang memiliki rambut berponi. Lebih banyak dari dugaanku. Itu artinya demam K-Pop telah merambah ke Nganjuk.
Itu artinya sebentar lagi poni menjadi mainstream.
Dan aku yang mengaku anti-mainstream merasa harus tampil beda.
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, "Kenapa sih, Re, kamu pengen tampil beda?"
Aku sendiri tidak yakin bagaimana menjawabnya. Mungkin karena aku merasa berbeda. Mungkin karena aku tidak berada di arus yang sama (main stream) dengan kebanyakan orang.
"Kenapa tidak samaan? Apa salahnya tampil sama? Bukankah banyak yang memperjuangkan persamaan hak..."
Itu masalah lain lagi kali (-_-")
Soal kenapa tidak samaan. Entahlah. Aku sendiri juga heran. Aku punya kecenderungan tidak ingin tampak sama dengan orang lain. Dan, entah bodoh atau konsisten, aku sering berusaha keras untuk tampil anti-mainstream.
"Kamu ingin tampak unik dan menonjol ya?"
Hnn, dibilang pengen menonjol nggak juga. Ingin didengar, dilihat, iya. Tapi tidak bila menjadi pusat perhatian. Aku agak alergi dengan perhatian (langsung) banyak orang. Rasanya seperti ingin sembunyi dan menutupi diri.
"Jadi apa inti postingan ini? Kok tampaknya merembet kemana-mana."
Aku tidak lagi memakai poni lagi. So, I asked Aunt Miradel (actually, she's not my real aunt) to cut it off my... Err, poni.
#postingan tidak penting pertama di blog ini.
Aku lumayan terkejut saat tahu banyak sekali cowok yang memiliki rambut berponi. Lebih banyak dari dugaanku. Itu artinya demam K-Pop telah merambah ke Nganjuk.
Itu artinya sebentar lagi poni menjadi mainstream.
Dan aku yang mengaku anti-mainstream merasa harus tampil beda.
Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, "Kenapa sih, Re, kamu pengen tampil beda?"
Aku sendiri tidak yakin bagaimana menjawabnya. Mungkin karena aku merasa berbeda. Mungkin karena aku tidak berada di arus yang sama (main stream) dengan kebanyakan orang.
"Kenapa tidak samaan? Apa salahnya tampil sama? Bukankah banyak yang memperjuangkan persamaan hak..."
Itu masalah lain lagi kali (-_-")
Soal kenapa tidak samaan. Entahlah. Aku sendiri juga heran. Aku punya kecenderungan tidak ingin tampak sama dengan orang lain. Dan, entah bodoh atau konsisten, aku sering berusaha keras untuk tampil anti-mainstream.
"Kamu ingin tampak unik dan menonjol ya?"
Hnn, dibilang pengen menonjol nggak juga. Ingin didengar, dilihat, iya. Tapi tidak bila menjadi pusat perhatian. Aku agak alergi dengan perhatian (langsung) banyak orang. Rasanya seperti ingin sembunyi dan menutupi diri.
"Jadi apa inti postingan ini? Kok tampaknya merembet kemana-mana."
Aku tidak lagi memakai poni lagi. So, I asked Aunt Miradel (actually, she's not my real aunt) to cut it off my... Err, poni.
#postingan tidak penting pertama di blog ini.
akakak baguss!! Sbenernya aku juga kurang suka rambut cwo pake poni. Kurang macho :)) boleh dong liat rambut terbarunya.. :p
BalasHapusudah tumbuh lagi :))
BalasHapusTapi poninya aku "sampirin" sih :))